Cari Blog Ini

Minggu, 02 September 2012



 




PENGERTIAN SHALAT SUNNAH BESERTA PEMBAGIANNYA.
Shalat sunnah ( shalat nafilah ) adalah shalat tambahan diluar shalat fardhu, bila dikerjakan akan mendapat pahala tetapi bil;a ditinggalkan tidak berdosa.  Shalat sunnah terbagi dua yaitu:
  1. Shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamah. Shalat sunnah jenis ini status hukumnya adalah muakkad, contohnya: shalat idul fitri, idul adha, terawih, istisqa, kusuf dan khusuf.
  2. Shalat sunnah yang dikerjakan secara munfarid ( sendiri-sendiri ). Status hukumnya ada yang muakkad seperti: shalat sunnah rawatib dan tahajud. Ada pula yang status hukumnya sunnah biasa ( ghairu muakkad ) seperti: shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, shalat witir, dan lain-lain.
MACAM-MACAM SHALAT SUNNAH.

Shalat Dhuha, menurut pengertian bahasa, kata dhuha berarti matahari sedang naik. Jadi shalat dhuha dapat diartikan sebagai shalat sunnah yang dikerjakan pada saat matahari sedang naik. Waktu mengerjakannya ialah semenjak matahari naik kira-kira sepenggalah sampai dengan masuknya waktu DZuhur ( tergelincir matahari ). Shalat dzuha merupakan shalat sunnah yang danjurkan oleh rasulullah saw.
SHOLAT DHUHA
Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik.
Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur.
Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam
A. Tata Cara Shalat Dhuha
Diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir bahwa Rosulullah saw bersabda: “Sholatlah kalian dua roka’at dari sholat Dluha dengan membaca dua surat tentangnya: wasy-syamsi wa dluhaha dan surat adh-Dluha
  • Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams
  • Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha
Dan diriwayatkan dari al ‘Uqaili bahwa Rosulullah saw dalam dua roka’at sholat Dluha membaca Qul ya ayyuhal kafirun dan Qul huwallahu ahad
  • Pada rakaat pertama Al kafirun
  • Pada rakaat kedua Al Ikhlas
Niat shalat dhuha adalah:
Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: ” Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.”
Dzikir setelah Dhuha
Diriwayatkan setelah shalat dhuha Nabi S.A.W membaca

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَ تُبْ عَلَيَّ إِ نَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرَ

Robbigh firly watub ‘alayya innaka antat-tawwaabul Ghofur ( dibaca 100 x )
Ya Robbi,  Ampunilah aku dan terimalah taubatku, Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan ampunan

Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:
http://berdzikir.files.wordpress.com/2009/08/duha.jpgبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ









Artinya:
 “ Ya ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU dan kecantikan adalah kecantikanMU dan keindahan adalah keindahan-MU dan kekuatan adalah kekuatan-MU dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU. YA ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah, Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah dan jikalau sukar maka mudahkanlah dan jika haram maka sucikanlah dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.
B. Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha
Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
2. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
“Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat maka  akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (HR. Ath Thabarani)
4. Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
“Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika” (“Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).
Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah….(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna” (Shahih al-Jami`: 6346).
5. Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)
Kebenaran Mutlak milik Allah dan Kesalahan dari saya
Wa’allahu a’lam bi-showab

وَنَعُوْ ذُ باِاللهِ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ

Wa Na’udzubillah min ilmin laa yanfa’u
Dan Kita berlindung kepada Allah, dari ilmu yang tidak bermanfa’at

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus

Shalat Tahajjud
 Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari sesudah tidur walaupun tidurnya hanya sebentar saja. Jadi apabila shalat tersebut dikerjakan tanpa tidur sebelumnya, maka bukan dinamakan sebagai shalat tahajjud.
Shalat Tahajjud meskipun hukumnya hanya shalat sunnah, tapi sangat dianjurkan dalam agama islam. Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya :
Hendaklah Engkau gunakan sebagian waktu malam itu untuk Shalat Tahajjud, sebagaimana shalat sunnat untuk dirimu, mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang terpuji” (Al-Isra’ : 75)
Tata Cara Shalat Tahajjud
Mengenai rakaat Shalat Tahajjud, sekurang-kurangnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya 12 rakaat. Sedang waktu Shalat Tahajjud dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu sebagai berikut :
  1. Sepertiga malam yang pertama dari sekitar pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB saat utama.
  2. Sepertiga malam yang kedua dari sekitar pukul 22.00 WIB hingga 01.00 WIB saat lebih utama.
  3. Sepertiga malam yang ketiga dari sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB saat paling utama.
Sedangkan cara (Kaifiat) mengerjakan Shalat Tahajjud yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” (HR Ahmad,  Bukhari dan Muslim)
Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.
Bacaan Doa dalam Shalat Tahajjud :
Diwaktu melakukan shalat Tahajjud atau sesudahnya, sebaiknya doa yang dibaca adalah ayat-ayat Al-Qur’an seperti :
Doa Sapu Jagad Rabbana atina fiddunya hasanah wafil 300x75 Manfaat Shalat TahajudArtinya :“Ya Allah Tuhan kami, berilak kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka“.

Apabila Rasulullah SAW selesai mengerjakan shalat Tahajjud, lalu berdoa seperti berikut :
Doa Shalat Tahajjud Manfaat Shalat Tahajud
Artinya :
Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembahkecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.
Manfaat Shalat Tahajjud
Berbicara tentang keutamaan shalat Tahajud, Rasulullah SAW pada suatu hari pernah bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat”.
Adapun lima keutamaan di dunia itu adalah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan di akhirat, yaitu :
1.      Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2.      Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3.      Ketika menyeberangi jembatan Shirathal Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat,
4.      seperti halilintar yang menyambar.
5.      Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

Shalat Istikharah, perkataan istikharah berasal dari bahasa arab yang artinya mohon dipilihkan. Menurut istilah syarak, shalat istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan dengan maksud mohon petunjuk ( hidayah ) Allah dalam menentukan pilihan terbaik diantara dua atau lebih pilihan.
Solat Sunnat Istikharah
Solat ini dilakukan untuk mendapatkan petunjuk, terutama bila seseorang dalam keraguan memutuskan mana yang terbaik diantara dua perkara yang diragukan. Jika timbul keraguan dalam hati untuk memilih atau mengambil keputusan dalam sesuatu perkara, contohnya: apakah aku harus menolak atau menerima? Keraguan makin terasa, keputusan tidak dapat dipastikan setelah melihat masing-masing ada kelebihan dan keburukannya.

Oleh yang demikian, hendaklah menyerahkan pada Yang Maha Kuasa untuk memilihnya. Sebelum seseorang mengambil keputusan ia dianjurkan solat istikharah dua rakaat.

Dengan mengharapkan agar ditunjukkan Allah untuk mendapatkan pilihan yang terbaik. Jika keraguan masih mempengaruhi fikiran untuk menentukan pilihan, ulangilah solat istikharah dan membaca doanya, walaupun pengulangan sampai 7 kali berturut-turut. Selepas itu, bertawakkal kepada Allah, pilihlah salah satu daripadanya, ambillah yang mana arah ‘hati’ lebih cenderung setelah berdoa. Jangan menimbulkan lagi keraguan, yakinlah bahawa itu adalah pilihan terbaik dari yang Maha Kuasa.

Jangan merasa kecewa andai ternyata dalam keputusan yang dipilih menimbulkan keinginan yang tidak disukai. Ingatlah bahawa ini adalah yang telah digariskan pada azali yang tidak dapat dielakkan, besar kemungkinan mengandungi hikmah, membawa kebaikan dimasa akan datang, hendaklah tetap mempunyai husnuz-zan kepada Allah.

Tata Cara Shalat Istikharah
Tata cara solat istikharah lebih kurang sama dengan solat subuh, Hanya niatnya saja yang berlainan, iaitu berniat solat istikharah. dilaksanakan sebelum tidur ataupun setelah bangun tidur. Sangat baik dilakukan sesudah lewat tengah malam disaat sunyi, supaya hati lebih khusyuk dalam mengemukakan permohonan kepada Allah. Solat ini sangat peribadi sifatnya. Sebab itu harus dikerjakan sendirian. Solat ini tidak memakai azan atau iqamah.

Lafaz niat:-
Ushalli Sunnatal Istikharaati Rak’ataini Lillahi Ta’aala
Sahaja Aku sembahyang sunnat istikharah 2 rakat tunai kerana Allah Ta’ala

Rakaat pertama-
Baca surah Al-fatihah dan surah Al-kafirun

Rakaat kedua-
Baca surah Al-fatihah dan surah Al-ikhlas
Selepas salam, bacalah doa yang disarankan dalam istikharah.
Dalam berdoa sebaiknya menyebutkan permintaan yang ingin diberikan petunjuk oleh Allah s.w.t. misalnya: “Ya Allah, jika hal ini….(sebutkan namanya)”


Doa istikharah

Setelah selesai solat, berdoa seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:

doa-istikhaerah
Ertinya:-
“Ya Allah, aku memohon petunjuk memilih yang baik dalam pengetahuanMu, aku mohon ditakdirkan yang baik dengan kudratMu, aku mengharapkan kurniaMu yang besar. Engkau Maha Kuasa dan aku adalah hambaMu yang dhaif. Engkau Maha Tahu dan aku adalah hambaMu yang jahil. Engkau Maha Mengetahui semua yang ghaib dan yang tersembunyi.
Ya Allah, jika hal ini (***) dalam pengetahuanMu adalah baik bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang, takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku berkah daripadanya.
Tetapi jika dalam ilmuMu hal ini (***) akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku, membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang ataupun pada masa akan datang, jauhkanlah ia daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya. Semoga Engkau takdirkan aku pada yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas setiap sesuatu.”

Disyari'atkan Shalat Taubat
Para ulama bersepakat tentang disyari'atkannya shalat taubat. Diriwayatkan dari Abu Bakar al-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
"Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa, lalu ia bersuci dengan baik, lalu berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya."
Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. [QS. Ali Imran: 1365]." (HR. Abu Dawud no. 1521. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud)
Penulis Shahih Fiqih Sunnah dalam megomentari hadits di atas mengatakan, "Dalam sanadnya terdapat kelemahan, hanya saja ayat tersebut menguatkan maknanya. Di samping itu, hadits ini juga dishahihkan oleh sebagian ulama." (Shahih Fiqih Sunnah: 2/95)
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya, dari Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Siapa yang berwudhu dan memperbagus wudhunya, lalu berdiri shalat dua rakaat atau empat (salah seorang perawi ragu), ia memperbagus dzikir dan khusyu' dalam shalatnya, kemudian beristighfar (meminta ampun) kepada Allah 'Azza wa Jalla , pasti Allah megampuninya." (Para pentahqiq al-Musnad mengatakan: Isnadnya hasan. Syaikh Al-Albani menyebutkannya dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah, no. 3398).
Sebab Dikerjakannya Shalat Taubat
Shalat taubat dikerjakan saat seorang muslim terjerumus ke dalam kemakasiatan, baik maksiat dosa besar atau kecil. Maka ia wajib bersegera taubat dan disunnahkan baginya untuk mengerjakan shalat dua rakaat. Dua rakaat ini termasuk bagian dari amal shalih yang disunnahkan untuk dikerjakan dalam masa taubat. Ia sebagai wasilah (perantara) kepada Allah untuk mendapatkan taubat dari-Nya dan ampunan atas dosanya.
Waktu Shalat Taubat
Disunnahkan mengerjakan shalat taubat ini saat seorang muslim bertekad untuk bertaubat dari sebuah dosa yang telah diterjangnya, baik taubat ini segera dikerjakan selepas ia melakukan maksiat itu atau mengakhirkannya. Yang wajib atas seorang yang berdosa agar segera bertaubat. Tapi kalau ia mengakhirkannya/menundanya maka tetap diterima. Karena taubat bisa diterima selama belum datang satu dari dua kondisi berikut ini:
1. Apabila ruh belum sampai ke kerongkongan. Yakni ia yakin akan segera mati sehingga tidak punya pilihan lain kecuali itu, seperti Fir'aun, dikisahkan dalam QS. Yunus: 91-92.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
"Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat seorang hamba selama ruh (nyawa)nya belum di tenggorokan." (HR. Al-Tirmidzi, hadits hasan)
2. Apabila matahari terbit dari barat, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ

"Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya." (HR. Muslim, no. 2703)
Shalat taubat ini disyariatkan dalam semua waktu, sampai pada waktu terlarang seperti sesudah shalat 'Ashar. Sebabnya, karena ia termasuk jenis shalat yang memiliki sebab. Maka disyariatkan dan boleh langsung dikerjakan saat datang sebabnya.
Syikhul Islam rahimahullah berkata,
وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ
"Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat), jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat dua raka’at. Kemudian ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakar Al-Shiddiq.” (Majmu’ Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah: 23/215)

Sifat Shalat Taubat
Shalat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat. Dikerjakan sendirian, karena ia termasuk nawafil yang tidak disyariatkan secara berjamaah. Dan disunnahkan untuk beristighfar sesudah selesai mengerjakannya, sebagaimana yang terdapat dalam hadits Abu Bakar al-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu di atas.
Tidak ditemukan tuntutan dari sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menetapkan bacaan tertentu pada dua rakaat tadi. Maka orang yang mengerjakan shalat taubat membaca surat yang dia kehendaki. Selain itu, juga disunnahkan baginya untuk memperbanyak amal shalih lainnya. Ini didasarkan kepada firman Allah Ta'ala:
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar." (QS. Thaahaa: 82)
Di antara amal-amal utama yang bisa dikerjakan oleh orang yang bertaubat: shadaqah, karena shadaqah termasuk sebab besar yang menghapuskan dosa.
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 271)
Terdapat penguat dari kisah Ka'ab bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, saat Allah menerima taubatnya, ia berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya dengan sebab (diterima) taubatku, saya akan mensedekahkan semua hartaku kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "tahanlah sebagian hartamu, maka itu lebih baik bagimu." Ia menjawab, "Aku tahan sahamku yang ada di Khaibar." (Muttafaq 'Alaih)
Kesimpulan:
  1. Shalat taubat memiliki landasan shahih dari sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
  2. Shalat taubat disyariatkan saat seorang muslim bertaubat dari dosa besar maupun kecil. Tidak dibedakan, baik dosa itu baru saja dikerjakan atau sudah lama.
  3. Shalat taubat bisa dikerjakan pada semua waktu, sampai pada waktu yang terlarang mengerjakan shalat sunnah.
  4. Selain mengerjakan shalat taubat, orang yang bertaubat juga dianjurkan mengerjakan amal-amal kebajikan, seperti shadaqah dan selainnya.


Kamis, 23 Agustus 2012

Laporan perjalanan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
Hal yang melatarbelakangi penulis untuk mengikuti perjalanan Bogor-Yogyakarta dan Jawa Tengah yang telah berlangsung selama 3 hari adalah untuk Melengkapi Persyaratan Ujian Praktik Bahasa Indonesia.


1.2            Tujuan Penulisan
Tujuan penulis membuat dan menyelesaikan laporan perjalanan ini adalah untuk mengikuti dan menikmati karya wisata yang terdapat di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di mana Wisata yang penulis kunjungi penuh dengan pengalaman yang berkesan bagi penulis.


1.3            Metode Penulisan
Penulisan laporan perjalanan ini disusun dengan menggunakan metode karangan berbentuk narasi, karangan yang menceritakan semua hal yang penulis amati dan dapatkan dari karya wisata di Yogyakarta dan Jawa tengah baik berupa pengalaman, kesan, serta hasil-hasil pengamatan penulis.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1            Hari Pertama
Saya telah mengikuti perjalanan Bogor-Yogyakarta dan Jawa Tengah yang telah berlangsung selama tiga hari pada tanggal 1-3 Juli 2007. Satu hari sebelum saya berangkat ke Yogyakarta dan Jawa Tengah yaitu pada tanggal 30 Juni 2007, saya mempersiapkan segala sesuatu yang akan saya bawa dalam perjalanan tersebut dan saya mempersiapkan agar datang ke sekolah tepat pada waktu yang telah ditetapkan untuk berkumpul pada pukul lima pagi, sehingga saya harus menginap di rumah paman yang berada di pemda. Pada hari minggu tanggal 1 juli 2007 tepatnya pukul 04.30 WIB saya sudah bergegas untuk berangkat ke sekolah. Ketika itu tidak ada angkutan umum yang lewat karena waktunya masih sangat pagi sekali, sehingga paman saya mengantarkan saya dengan motornya sampai ke sekolah.. Setibanya di sekolah, ternyata hanya ada beberapa orang saja, paman saya lekas pergi setelah saya berpamitan untuk masuk ke dalam sekolah. Di sekolah saya hanya terdiam menunggu teman-teman saya datang ke sekolah. Sekitar pukul 06.00 sudah banyak teman-teman saya yang berdatangan, lima belas menit telah berlalu dan pada akhirnya kami semua dikumpulkan dan berbaris sesuai kelas untuk diberi pengarahan dan berdoa. Setelah itu kami langsung menuju bus kelas XI IPA 3, kemudian berdoa kembali.
Bus mulai berangkat dan pemberian makanan untuk sarapan dibus sudah di bagikan. Pada saat itu, saya merasa sedih karena saya akan meninggalkan kota Bogor dan rumah, tetapi kebersamaan bersama teman-teman sekelas membuat saya senang. Sekitar pukul 07.00 saya memakan sarapan yang telah dibagikan, dan tidak lama kemudian bus berhenti di pom bensin. Kami semua diberi waktu untuk istirahat dan buang air kecil / besar. Bus mulai berangkat kembali dan kami semua segera bergegas untuk beraada didalam bus. Didalam bus, saya duduk paling belakang karena kursi paling depan adalah kursi buat guru-guru. Dibelakang, saya bercanda ria dengan teman-teman, karena terlalu lelah saya pun tertidur dan ada teman saya yang jahil. Dia mengambil gambar saya ketika tidur. Beberapa jam kemudian saya terbangun dan ternyata kami sudah melewati perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, kami mulai memasuki daerah brebes. Disana bus yang kami tumpangi berhenti dirumah makan PANORAMA untuk istirahat, sholat, dan makan siang. Setelah selesai istirahat, bus kembali berangkat. Tak lama kemudian bus mampir ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Sekitar pukul 17.28 bus berhenti disamping jalan, karena Ibu Tintin mendapat sms yang berisi bus yang ditumpangi kepala sekolah mogok. Saya beserta kawan-kawan sempat bingung karena tiba-tiba berhenti disamping jalan. Saya hanya terdiam mendengarkan musik yang berasal dari hp, tetapi ada juga teman saya yang bercanda, dan tidur. Satu jam sudah berlalu dan akhirnya bus berangkat kembali. Sekitar pukul 20.35 bus berhenti di pom bensin untuk istirahat sejenak dan buang air kecil. Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalan menuju hotel yang berada di dekat malioboro. Sekitar pukul 21.33 kami sudah sampai di parkiran hotel. Saya dan ketiga teman saya langsung pergi mengambil kunci kamar hotel. Pada awalnya satu kamar hanya kami berempat tetapi ada dua orang teman sekelas kami yang ingin ikut dalam kamar kami, karena mereka tidak suka dengan kamar hotel yang mereka tempati. Setelah saya dan teman-teman saya membereskan barang-barang bawaan kami untuk diletakkan di kamar hotel, kami segera turun ke lantai bawah hotel untuk mengikuti sholat isya berjamaah. Setelah selesai sholat berjamaah kami langsung menuju kamar hotel untuk beristirahat dan tidur. Didalam kamar hotel yang saya tempati terdapat empat tempat tidur, karena di kamar ada enam orang, maka teman saya yang satu tidur di lantai dan yang satunya lagi tidur di tempat tidur teman saya. Pada waktu itu saya tidur pada pukul 23.30.

2.2            Hari Kedua
Tanggal 2 Juli saya terbangun sekitar pukul 05.00 dan pada waktu itu saya bergegas untuk mandi pagi, karena di dalam kamar hotel yang saya tempati tidak ada kamar mandinya, maka saya harus mandi di kamar mandi yang ada di luar dan harus mengantri apabila mau mandi. Setelah itu saya bergegas memakai seragam sekolah karena pada saat itu kami akan mengunjungi AAU. Setelah memakai seragam sekolah saya langsung sholat shubuh berjamaah bersama teman-teman yang ada di kamar. Setelah selesai sholat saya beserta teman-teman pergi ke lantai bawah untuk sarapan pagi. Kemudian kami pergi ke lapangan parkir untuk naik bus dan berangkat ke AAU. Bus kami sudah sampai di depan gerbang AAU, tetapi ada tiga bus yang tertinggal karena ke pom bensin. Kami mulai masuk ke dalam AAU dan saya kaget karena AAU ada di sebelah bandara Adi Sucipto. Akhirnya bus kami sudah sampai di gerbang kedua AAU dan harus melewati pemeriksaan yang sangat ketat.
Kami menunggu sangat lama di gerbang kedua AAU ini, karena banyaknya bus dari SMAN 2 Cibinong yang ingin masuk ke dalam AAU. Setelah bus sampai di lapangan parkir AAU kami semua turun dan masuk kedalam aula. Disana acara dimulai dengan menonton film AAU. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan karbol-karbol dan tanya jawab dengan mereka. Setelah selesai acara di aula kami diajak untuk berkeliling kampus AAU dengan bus. Disana saya melihat pesawat-pesawat, mobil truk, dan mobil bus yang sudah sangat tua. Para karbol pun mendampingi kami dengan masuknya para karbol kedalam masing-masing bus. Setelah puas berkeliling dengan didampingi para karbol, kami pun bergegas segera menuju UGM. Sekitar pukul 10.00 kami sudah sampai di fakultas pertanian UGM. Disana kami dipandu oleh orang yang berasal dari UGM untuk masuk ke Aula karena akan ada persentasi mengenai UGM. Dalam acara ini tanya jawab pun terjadi seperti di AAU, tetapi kali ini bukan hanya siswa yang bertanya guru-guru dan kepala sekolah pun ikut bertanya. Dalam acara tersebut saya jadi mengerti bagaimana caranya agar dapat melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi tersebut. Sesudah acara tersebut saya beserta teman-teman saya pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, karena kami sangat mengantuk berada di dalam aula. Setelah itu kami berpoto-poto di depan bangunan Universitas UGM. Setelah selesai berpoto-poto kami segera masuk ke dalam bus karena kami akan segera menuju Kraton Yogyakarta. Di dalam bus saya melepas pakaian seragam saya dengan menggantinya dengan kaos buatan XI IPA 3. Kami tiba di Kraton Yogyakarta sekitar pukul 12.47. sebelum kami memasuki Kraton Yogyakarta, kami pergi ke masjid yang ada di Kraton tersebut untuk menunaikan sholat dzuhur berjamaah. Setelah selesai sholat kami berangkat untuk masuk ke dalam Kraton, tapi ternyata Kraton tersebut sudah tutup karena jam bukanya sudah habis. Dengan menyesal kami tidak dapat masuk ke dalam Kraton dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke pantai Parang Tritis. Perjalanan menuju pantai Parang Tritis lumayan jauh sehingga membuat saya terlelap tidur di dalam bus. Kami tiba di pantai tersebut sekitar pukul 14.55. Saya bersama teman-teman turun dari bus dan jalan menuju pantai. Sesampainya di pantai saya melihat air laut yang begitu tinggi, dan angin yang berhembus dengan kencang. Ada himbauan dari guru kami agar tidak berenang di laut, karena ombak air laut yang begitu besar.
Disana kami hanya berpoto-poto saja. Teman-teman mengajak saya untuk berpoto-potonya di bibir pantai, tetapi saya menolaknya dengan alasan takut basah. Teman-teman pada tertawa dan akhirnya mereka pergi ke bibir pantai untuk berpoto-poto. Saya sendiri hanya menjaga sepatu dan tas mereka. Saya melihat banyak murid dari kelas lain yang tidak menanggapi himbauan yang sudah dikatakan oleh guru. Mereka ada yang berenang di pinggir laut. Dan pada akhirnya guru-guru memutuskan untuk segera bergegas ke hotel karena hari sudah sore. Selain itu juga dikhawatirkan ada anak yang terseret ombak ketika berenang di pinggir laut. Kami tiba di hotel sekitar pukul 17.30. Sesampainya di hotel, saya segera sholat ashar. Setelah itu saya juga segera mandi karena takut mengantri mandinya. Setelah selesai mandi, saya menunggu adzan maghrib. Tak lama kemudian adzan maghrib sudah berkumandang, dan saya langsung menunaikan sholat maghrib berjamaah bersama teman-teman saya. Kemudian kami turun ke lantai bawah hotel untuk makan malam. Selanjutnya saya bersama keempat teman saya segera pergi ke Malioboro. Di Malioboro saya membeli baju, celana, dan tas. Saya melihat banyak sekali orang yang berada di Malioboro. Sudah beberapa jam saya merasa sangat kelelahan. Saya dan teman saya segera menuju hotel karena pada waktu itu hari sudah sangat malam. Sesampainya di hotel saya langsung menunaikan sholat isya. Sehabis itu saya langsung tertidur dengan nyenyak.

2.3            Hari Ketiga
Pada tanggal 3 Juli hari selasa, saya terbangun pada pukul 05.00. saya bergegas untuk mandi pagi dan setelah itu langsung menunaikan sholat shubuh. Setelah sholat, saya membereskan semua barang-barang saya yang terdapat di dalam kamar hotel, karena pada hari itu kami semua akan meninggalkan tempat itu untuk kembali pulang ke Bogor. Setelah selesai membereskan barang-barang, saya dengan teman-teman menuju lantai bawah hotel untuk sarapan pagi. Setelah sarapan, kami segera bergegas ke bus sambil membawa barang-barang bawaan kami. Sesampainya di bus, saya dan teman-teman menunggu guru-guru datang. Dan akhirnya guru-guru datang dan mereka mengajak kami berdoa bersama-sama sebelum berangkat. Setelah berdoa, kami segera pergi menuju Kasongan. Sekitar pukul 07.37 kami sampai di Kasongan. Disana saya melihat banyak sekali pedagang yang menjual barang dagangannya berupa kerajinan tangan. Hampir semua penduduk di daerah tersebut menjual kerajinan tangan. Bus kami mencari tempat yang paling tepat untuk parkir. Setelah bus kami terparkir, kami segera turun dan membeli barang-barang dagangan yang berupa kerajinan tangan yang terbuat dari tanah merah. Saya sendiri hanya membeli sebuah hiasan dinding. Di sana saya dan teman-teman berpoto-poto di sekitar daerah tersebut. Karena saya sudah lelah saya beristirahat di dalam bus. Tetapi di dalam bus udaranya sangatlah panas karena AC bus dimatikan. Saya turun dari bus dan duduk-duduk di tempat penjual kerajinan tangan. Sesudah itu kami semua melanjutkan kembali perjalanan menuju Ketep Pass. Pejalanan menuju Ketep Pass sangatlah jauh. Kami tiba di sana pada pukul 11.17. Saya merasa cemas ketika bus kami jalan menuju puncak Ketep Pass, karena jalanannya selalu tanjakkan yang sangat curam dan di bawahnya adalah jurang yang sangat dalam. Setelah bus kami sampai di puncak Ketep Pass, saya merasa senang karena bisa meliha-lihat pemandangan dari atas, udaranyapun sejuk, dan bersih.
Di ketep pass saya beserta teman-teman membeli jagung bakar sambil duduk-duduk di kursi dan melihat pemandangan yang indah. Setelah itu kami anak IPA dipanggil oleh guru untuk menonton film dan mengelilingi museum. Kami menonton film mengenai gunung merapi dan Ketep Pass. Setelah selesai menonton kami segera sholat dzuhur berjamaah. Sehabis itu kami makan siang dan langsung berangkat menuju Borobudur. Perjalanan dari Ketep Pass menuju Borobudur tidaklah jauh seperti dari Kasongan ke Ketep Pass. Sekitar pukul 14.13 kami sudah sampai di Borobudur. Disana banyak sekali orang yang berdatangan ingin melihat salah satu dari keajaiban dunia. Saya bersama teman-teman segera menuju puncak dari Borobudur. Dipuncak Borobudur saya melihat pemandangan yang tak kalah indahnya dengan pemandangan yang saya lihat dari Puncak Ketep Pass. Dipuncak inilah kami berpoto-poto. Ada teman saya yang bertanya kepada seorang turis asing mengenai Borobudur dan Indonesia. Karena saya dan teman-teman saya merasa bosan berada di puncak Borobudur, kami segera turun untuk mengelilingi daerah disekitar Borobudur. Saat kami ingin keluar dari Borobudur, kami diharuskan lewat pintu keluar yang berupa lorong-lorong seperti gang yang isinya pedagang seperti di pasar. Setelah berada di luar saya membeli buah-buahan untuk oleh-oleh. Ternyata ada salah satu dari teman saya yang rumah saudaranya dekat dengan Borobudur. Dia tidak pulang bersama kami, karena dia dijemut oleh keluarganya.

Setelah puas berada di Borobudur kami segera melanjutkan perjalanan menuju Bogor. Perjalanan menuju Bogor terasa lama sekali, tetapi guru-guru kami yang berada di dalam bus mengajak kami bercanda sehingga saya tidak merasa bosan di dalam bus. Tidak terasa waktu sudah memasuki sholat maghrib, dan salah satu dari teman saya ada yang ditunjuk untuk adzan di dalam bus. Setelah itu semua orang di dalam bus terdiam sejenak. Karena saking lelahnya, saya tertidur pulas hingga pukul 19.37. Pada pukul sekian bus kami berhenti di rumah makan Candi Sari untuk beristirahat, sholat, dan makan malam.
Perjalanan pun dilanjutkan kembali setelah istirahat yang lama di rumah makan Candi Sari. Hari semakin malam dan saya pun mulai mengantuk kembali. Akhirnya saya tidak dapat menahan rasa kantuk itu, dan saya pun tertidur dengan lelap. Keesokkan harinya tanggal 4 Juli 2007, saya terbangun pada pukul 05.40 karena bus kami berhenti di masjid Al-Barokah  untuk menunaikan sholat shubuh. Setelah itu kami mulai melanjtkan perjalanan yang sempat terhenti. Tak terasa bus kami sudah memasuki wilayah Jakarta. Pada pukul 08.30 ban belajang sebelah kanan bus kami bocor di tol Cibubur, sehingga supir bus harus mengganti ban tersebut dengan ban cadangan. Setelah selesai mengganti ban bus mulai berjalan kembali. Tak terasa sudah sampai di pintu tol Jagorawi. Saya dan teman-teman saya yang rumahnya dekat dengan tol Jagorawi turun ditempat tersebut. Saya berpamitan kepada guru-guru dan teman-teman yang masih ada di bus. Setelah sampai di rumah saya langsung tertidur lelap karena kelelahan yang luar biasa. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena berkat rahmatnya saya dapat pulang dengan selamat.


BAB III
PENUTUP
3.1            Kesimpulan
Sebagai tempat objek Wisata, kota Yogyakarta kaya akan pemandangan dan kebudayaan yang harus dilestarikan. Di mana perjalanan yang telah saya lakukan membawa hasil / manfaat yang sangat besar dan berharga bagi kehidupan saya. Walaupun dalam perjalanan tersebut terdapat beberapa kekurangan yang meninggalkan kesan yang kurang menarik di hati saya, tetapi hal itu semua dapat ditutupi oleh rasa kebersamaan dan kenangan indah yang telah saya lalui bersama teman-teman dan guru-guru saya.

3.2            Saran-saran
Pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan saran, agar :
1.     Objek-objek Wisata di kota Yogyakarta dapat terjaga kelestarian dan kebersihannya.
2.     Dan perjalanan wisata berikutnya semoga lebih baik lagi dari yang sekarang dan sebelum-sebelumnya. Sehingga dapat meninggalkan kesan-kesan yang benar-benar terindah.
Dengan ini saya akhiri laporan perjalanan Bogor-Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dan saya berharap  laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, karena saya telah berusaha dengan sebaik-baiknya.